Tes

Rabu, 05 Agustus 2026

Silaturahmi Paus Fransiskus dengan Imam Besar Masjid Istiqlal //Jakarta //Indonesia //MasjidIstiqlal //KunjunganNegara //Madrasah Istiqlal Jakarta //2024

5 September 2024

Sebagai pemimpin tertinggi gereja katolik di sedunia dan kepala negara Vatikan. Paus Fransiskus atau yang lebih akrab disapa Pepo ini menjadi berita menarik untuk Masyarakat Indonesia atas kehadirannya di Indonesia. Terkhusus saat berkunjung dan bertemu Bapak KH. Nasaruddin Umar, MA sebagai Imam besar di Masjid Istiqlal Jakarta.

Karena kegiatan ini dilaksanakan di area sekolah Madrasah Istiqlal Jakarta, sehingga dalam acara penyambutan seluruh murid MIJ diarahkan untuk menyambut iring-iringan kedatangan tamu tersebut. Tentu tidak semua murid mengikuti agenda tersebut karena disisi lain sekolah memberikan kebebasan bagi siapa saja murid yang berkenan ikut menyambut tamu kenegaraan itu.

Hal ini menjadi symbol adanya moderasi beragama di lingkungan ini. hikmah yang bisa diambil tentu sebagai umat Muslim kami menyadari bahwa setiap insan atau manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT, menghormati dan menyayangi sebagaimana Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk saling bersilaturahmi dengan semua manusia karena kita ciptaan Tuhan, inilah yang disebut dengan ukhuwah basyariyah.

Dan satu tahun setelahnya berhembus kabar bahwa Paus Fransiskus telah meninggal dunia pada usia 88 tahun pada hari Senin, 21 April 2025 pukul 07.35 waktu setempat di Vatikan.

 














 

Selasa, 28 Juli 2026

Employee Gathering Madrasah Istiqlal Jakarta // Kebunsu Bogor, Outbound Training & Fun Games Activities // 2025

07 – 08 Juli 2025

           Ini menjadi Employee Gathering (menginap) pertama yang diikuti di Madarasah Istiqlal Jakarta, karena sejak awal diadakannya Employee Gathering sekitar tahun 2018, saat itu sedang masa-masa melahirkan, kemudian menyusui lalu bertemu dengan masa pandemi. Dahulu saat kegiatan perdana dilaksanakan kesan yang tersirat sangatlah militer akan tetapi kali ini mungkin menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan karena meninggalkan kesan yang baik, lebih kekeluargaan dan mengalir dengan santai. Secara pribadi sangat berterimakasih sekali kepada tim panitia yang telah mengkonsep acara ini menjadi sajian yang menarik.

           Roda dua berputar menelusuri jalan menuju Masjid Istiqlal, meninggalkan suami dan anak laki-laki yang baru saja dikhitan kemarin, lantunan doa selalu terucap agar yang terkasih disana akan baik-baik saja.

           Pukul 06.30 Bus bergerak menuju Kebunsu Bogor, kebetulan di dalam Bus keberangkatan duduk bersama Ibu Husna, perbincangan menjadi seru karena saling cerita dan sharing soal anak yang dikhitan. Alhamdulillah tidak terasa sekitar pukul 09.00 tiba di Kebunsu, Bogor. Kami disambut tim panitia dan menikmati welcome tea sambil mengikuti kegiatan pembukaan. MC pembukaan kali ini juga cukup menarik perhatian, ada Ibu Sofi dan Ibu Iis yang begitu energik membawakan acara sehingga membuat audiens merasa terhibur.


          Memasuki kelompok kamar, alhamdulillah kamar yang ditempati berdekatan dengan aula acara sehingga tidak perlu kesulitan untuk mendengar informasi. Dan saatnya photo session dan team building (fun games) di halaman Kebunsu. Games yang dimainkan variative, menyenangkan dan semangat meskipun lelah tetapi terbayarkan dengan keseruan permainan tadi. Ada banyak tepuk yang bisa dimainkan juga bersama dengan murid di sekolah, karena banyaknya tepuk jadi lupa untuk dicatat.

                                               


          Adzan Zuhur berkumandang, kami bergegas sholat dan melanjutkan kegiatan pada team building 2 di aula sampai Ashar tiba. Kebetulan hari ini sedang datang bulan sehingga ada banyak waktu yang dihabiskan di kamar.

       Malam harinya setelah rangkaian ibadah sholat dilakukan, agenda selanjutnya adalah tasyakur ulang tahun Bapak Direktur MIJ, pengumuman hadiah umroh sekaligus tukar kado. Alhamdulillah sesi tukar kado ini mendapat hadiah an/ Pa Awan. Terimakasih pa pesan dan kadonya. Selepas acara malam ini, beberapa guru berjalan-jalan mengelilingi suasana malam di kebunsu yang sebetulnya juga terlihat gelap. Malam ini kami istirahat dengan nyaman, diluar sana masih terdengar suara teman-teman berkaraoke sementara banyak juga yang sudah nyaman di kamarnya masing-masing.



        Pukul 03.30 terjadwal kegiatan qiyamullail dan muhasabah, karena sedang haid jadi hanya bisa mengikuti saat muhasabah yang disampaikan oleh Direktur Madrasah Istiqlal Jakarta yaitu Bapak H. Taufiqurrahman, SQ. MA. kebetulan beliau juga baru saja menunaikan ibadah hajinya yang dilaksanakan saat usianya beranjak 40 tahun. Beliau menyampaikan pesan yang sangat menyentuh. Hal ini berkaitan dengan apa yang pernah disampaikan oleh Ibu Rani Noeman tentang paripurna di usia 40 tahun. Setidaknya pulang dari kegiatan ini ada semangat baru untuk menempuh perjalanan hidup yang lebih bermanfaat menuju usia paripurna di 40 tahun nanti.

        Kegiatan pagi dilanjutkan dengan sarapan pagi dan free time, beberapa teman dan guru berjalan-jalan mengelilingi halaman kebunsu dan berswa foto. Setelah itu peserta employee gathering bersih-bersih diri dan merapikan barang-barang untuk kepulangan. Saat penutupan diumumkan juga employee of the month dan peserta terbaik kegiatan. Congratulations…

















       Perjalanan pulang dengan mengendarai Bus yang berbeda ini ditemani oleh Bu Izzul, banyak hal yang diperbincangkan. Seseru itu… Alhamdulillah setelah menikmati perjalanan pulang kami tiba di Masjid Istiqlal Jakarta dan bergegas pulang ke rumah karena di rumah sudah ada yang menunggu…

     Sampai di rumah, Mundzir sudah menunggu, untuk menepati janji sore ini Mundzir mau ikut ke hokben  beli makanan dan mainan, meskipun jalannya belum sempurna karena baru dua hari yang lalu di khitan akan tetapi ananda semangat sekali. Dengan mengendarai roda dua ananda berdiri di depan sambil berjalan pelan. Love you nak…



Senin, 27 Juli 2026

Khitanan Terpadu bersama Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat Masjid Istiqlal Jakarta 2025 //Tahun Baru Islam // 10 Muharram 1447 H // Khitan Massal // Mundzir dikhitan

 10  Muharram 1447 H / Ahad, 06 Juli 2025 M

Ayat-ayat yang berkenaan dengan pensyariatan khitan dapat dipahami dari ketentuan surat An-Nisa’ ayat 125. Kriteria ayat ini masuk dalam dalil implisit pensyariatan khitan:

وَمَنْ اَحْسَنُ دِيْنًا مِّمَّنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَّاتَّبَعَ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗوَاتَّخَذَ اللّٰهُ اِبْرٰهِيْمَ خَلِيْلً

[سُورَةُ النِّسَاءِ: ١٢٥]

Artinya: “Siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang memasrahkan dirinya kepada Allah, sedangkan dia muhsin (orang yang berbuat kebaikan) dan mengikuti agama Ibrahim yang hanif? Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih(-Nya). (QS. An-Nisa ayat 125)

Hukum dan Tata Cara Khitan, Lengkap dengan Dalilnya | Tebuireng Online

Khitan adalah proses pemotongan atau pelepasan ujung kulit kemaluan laki-laki dengan tujuan tertentu dan memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Biasanya, tindakan tersebut dilakukan saat masih berusia anak-anak . Salah satu manfaat khitan adalah untuk kebersihan, kemaluan laki-laki yang telah dikhitan lebih mudah dibersihkan daripada yang belum dikhitan. Terlebih lagi, ujung kemaluan laki-laki yang belum dikhitan merupakan sarang pertumbuhan bakteri dan jamur.

Sumber: https://islam.nu.or.id/syariah/kapan-anak-laki-laki-wajib-dikhitan-xjsLY

Hari ini menjadi sangat special dan pengalaman yang tak akan terlupakan, sebagai orang tua dan seorang ibu yang memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun yang akan di khitan, rasanya tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Ada rasa haru, takut, sedih, gembira semua menyatu dalam hati.

Berawal dari keinginan Mundzir yang mau dikhitan karena beberapa kali pernah melihat tayangan short video di layar handphone tentang iklan sebuah rumah khitan yang sangat ramah anak dan menarik. Hal tersebut menjadi salah satu alasan kuat ananda mau diikutsertakan dalam program khitan. Kebetulan Bidsosdaum (Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat) BPMI (Badan Pengelola Masjid Istiqlal) yang diketuai oleh Bapak KH. Abu Hurairah Abdus Salam, Lc. MA menggelar agenda “Layanan Khitanan Terpadu” tepat pada tanggal 10 Muharram 1447 H. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Agama RI, Unilever, Baznas dan Pemprov DKI Jakarta.

Sekitar dua pekan sebelum hari pelaksanaan, secara tiba-tiba ananda Mundzir dengan percaya diri menghendaki untuk dikhitan, setelah diberi persetujuan oleh Aba nya, sejurus kemudian info tersebut tersambung ke Pa Abu selaku ketua Bidsosdaum, awalnya beliau kaget karena pendaftaran sudah ditutup sebab sudah 100 peserta, tetapi Alhamdulillah beliau mengusahakan Mundzir masuk dalam daftar tersebut. Bismillah.

Beberapa hari sebelum dikhitan, persiapan yang dilakukan tidak terlalu spesifik karena memang ini pengalaman pertama dan terakhir untuk Mundzir, Pa Abu hanya memberikan pesan untuk datang pagi hari jam 08.00 wib di Masjid Istiqlal Sektor As-Salam dengan mengenakan  pakaian muslim berwarna putih.



            (sehari sebelum dikhitan masih menemani ummah jogging)

Tibalah di hari yang ditentukan, pagi itu Aba, Umma dan Mundzir berangkat dengan roda dua menuju Masjid Istiqlal, Alhamdulillah Kakeknya Mundzir pun turut hadir memberikan support untuk Mundzir yang akan dikhitan.


            (Pagi hari baru tiba di Masjid Istiqlal sebelum dikhitan)

Acara pagi ini dimulai dengan opening yang dibuka oleh MC dari Abang None Jakarta Pusat, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, sambutan pamungkasnya adalah ketika Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal yaitu Bapak Dr. KH. Nasarudin Umar, MA menyapa anak-anak dengan sangat santun dan seperti yang dikatakan beliau bahwa khitanan ini akan membawa banyak kebaikan. Semoga doa-doa yang beliau panjatkan untuk anak-anak peserta khitan senantiasa diijabah Allah SWT.


Prof. Dr. KH. Nasarudin Umar MA


             KH. Abu Hurairah Abdus Salam, Lc. MA

Agenda dilanjutkan dengan sesi arak-arakan peserta khitanan dengan mengendarai delman yang dipandu dua ondel-ondel laki-laki dan perempuan, pawai ini menjadi semakin semarak dengan adanya irama music khas DKI Jakarta. Perjalanan pawai memutari wilayah sekitar Masjid Istiqlal akhirnya berlabuh kembali dan memasuki pintu gerbang Al-Ghaffar. Di sela-sela kesibukan Pa Abu sebagai panitia acara beliau masih menyempatkan diri untuk menyapa dan berfoto bersama, alhamdulillah disambut dengan sangat menyenangkan.






Setelah itu, anak-anak diarahkan masuk ke area Masjid dan  menuju latar depan Aula Ar-Rahman untuk mendengarkan dongeng. Mundzir sempat mengikuti sebentar sambil menunggu panggilan untuk dikhitan. Tiba-tiba Pa Abu memanggil dan menawari Mundzir menjadi peserta No.1 untuk dikhitan, secepat mungkin di iyakan. Alhamdulillah Ya Allah… Mundzir menjadi peserta pertama yang dikhitan.


Proses khitan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, pada prosesnya banyak yang menyaksikan dari tim dokter dan ada juga Abang Jakarta yang sempat berkeliling melihat proses khitan Mundzir. Sebagai Ibu tak sanggup melihat proses pemotongan dengan laser bahkan saat dijahit. Proses khitan cukup cepat hanya diawal yang sedikit hati-hati karena ananda merasa tidak nyaman saat disuntik kebal dibeberapa titik. Alhamdulillah setelah dijahit ananda dipakaikan celana batok dan langsung  bisa berjalan karena memang efek suntik kebalnya masih terasa. Terimakasih tim dokter dari Baznas yang telah dengan sangat teliti menangani proses khitan ini.





Ananda disambut panitia khitan dengan senyum merekah dan segera mengambil obat lalu mendapat oleh-oleh ayam bekakak sebagai tanda syukur yang kabarnya merupakan adat seseorang yang sudah dikhitan. Dari kegiatan khitanan terpadu ini ananda mendapatkan hadiah berupa baju koko, sejumlah uang dan bingkisan makanan dan tentu saja pelayanan khitan yang memuaskan serta jadwal control setelah dikhitan.




Doa dari Pa Abu

Pukul 10.00 WIB proses khitan sudah selesai, bergegas pulang yang awalnya berencana untuk naik taksi atau layanan mobil online tapi ternyata ananda Mundzir masih bisa menyesuaikan dan obat suntik kebalnya masih bekerja sehingga masih aman untuk pulang dengan mengendarai motor. Diperjalanan rasa Syukur tak habis dihaturkan karena telah memberikan kelancaran untuk semuanya.

Tiba dirumah dan beristirahat, ananda langsung disambut tante dan sepupunya dengan gembira meskipun obat bius dalam waktu dekat sudah tidak bekerja dan hal itu akhirnya terjadi, saat dititik ananda merasa sakit ananda berteriak, akan tetapi yang sangat dikagumi adalah ketika dia melafalkan kata Allah ketika dia merasa sakit.

Hal yang diluar rencana ternyata besok Madrasah Istiqlal mengadakan Employee Gathering selama dua hari di Kebunsu Bogor, sebagai salah satu pegawai MIJ tentu acara tersebut harus diikuti. Alhamdulillah Allah memudahkan semua, Abanya bisa bekerjasama dan Mundzir bisa dititipkan ke tantenya Mama Farah yang kebetulan sedang menginap.

Semoga khitan ini menjadi kebaikan seperti halnya doa yang disampaikan oleh Menteri Agama saat membuka Khitan Terpadu 2025 M. Barakallah.

--

Btw satu minggu setelah dikhitan Mundzir sudah masuk sekolah tahun ajaran baru dan memakai celana batok. dalam proses penyembuhan Mundzir cukup lama sekitar 2 minggu karena perbannya masih menempel, mungkin karena umma sedikit takut dan khawatir saat mengobati akan tetapi setelah konsul ke Rumah Sehat Baznas di Masjid Istiqlal bersamaan pula dengan acara syukuran kecil2an khitan Mundzir, sore harinya perban tersebut lepas. Alhamdulillah ya Allah...


Konsul dengan dokter Baznas



Senangnya di jengukin guru TPA Mundzir, Ustadzah teteh Farida.