10 Muharram 1447 H / Ahad, 06 Juli 2025 M
Ayat-ayat yang berkenaan dengan pensyariatan khitan dapat
dipahami dari ketentuan surat An-Nisa’ ayat 125. Kriteria ayat ini masuk dalam
dalil implisit pensyariatan khitan:
وَمَنْ اَحْسَنُ دِيْنًا مِّمَّنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ
مُحْسِنٌ وَّاتَّبَعَ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗوَاتَّخَذَ اللّٰهُ
اِبْرٰهِيْمَ خَلِيْلً
[سُورَةُ النِّسَاءِ: ١٢٥]
Artinya: “Siapakah yang lebih baik
agamanya daripada orang yang memasrahkan dirinya kepada Allah, sedangkan dia
muhsin (orang yang berbuat kebaikan) dan mengikuti agama Ibrahim yang hanif?
Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih(-Nya). (QS. An-Nisa
ayat 125)
Hukum
dan Tata Cara Khitan, Lengkap dengan Dalilnya | Tebuireng Online
Khitan adalah proses pemotongan atau pelepasan
ujung kulit kemaluan laki-laki dengan tujuan tertentu dan memiliki beragam
manfaat untuk kesehatan. Biasanya, tindakan tersebut dilakukan saat masih
berusia anak-anak . Salah satu manfaat khitan adalah untuk kebersihan, kemaluan
laki-laki yang telah dikhitan lebih mudah dibersihkan daripada yang belum
dikhitan. Terlebih lagi, ujung kemaluan laki-laki yang belum dikhitan merupakan
sarang pertumbuhan bakteri dan jamur.
Sumber: https://islam.nu.or.id/syariah/kapan-anak-laki-laki-wajib-dikhitan-xjsLY
Hari ini
menjadi sangat special dan pengalaman yang tak akan terlupakan, sebagai orang
tua dan seorang ibu yang memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun yang akan di
khitan, rasanya tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Ada rasa haru, takut,
sedih, gembira semua menyatu dalam hati.
Berawal dari
keinginan Mundzir yang mau dikhitan karena beberapa kali pernah melihat
tayangan short video di layar handphone tentang iklan sebuah rumah khitan yang
sangat ramah anak dan menarik. Hal tersebut menjadi salah satu alasan kuat
ananda mau diikutsertakan dalam program khitan. Kebetulan Bidsosdaum (Bidang
Sosial dan Pemberdayaan Umat) BPMI (Badan Pengelola Masjid Istiqlal) yang
diketuai oleh Bapak KH. Abu Hurairah Abdus Salam, Lc. MA menggelar agenda “Layanan
Khitanan Terpadu” tepat pada tanggal 10 Muharram 1447 H. Kegiatan ini didukung
oleh Kementerian Agama RI, Unilever, Baznas dan Pemprov DKI Jakarta.
Sekitar dua
pekan sebelum hari pelaksanaan, secara tiba-tiba ananda Mundzir dengan percaya
diri menghendaki untuk dikhitan, setelah diberi persetujuan oleh Aba nya,
sejurus kemudian info tersebut tersambung ke Pa Abu selaku ketua Bidsosdaum,
awalnya beliau kaget karena pendaftaran sudah ditutup sebab sudah 100 peserta,
tetapi Alhamdulillah beliau mengusahakan Mundzir masuk dalam daftar tersebut.
Bismillah.
Beberapa hari
sebelum dikhitan, persiapan yang dilakukan tidak terlalu spesifik karena memang
ini pengalaman pertama dan terakhir untuk Mundzir, Pa Abu hanya memberikan
pesan untuk datang pagi hari jam 08.00 wib di Masjid Istiqlal Sektor As-Salam
dengan mengenakan pakaian muslim
berwarna putih.
(sehari sebelum dikhitan masih menemani ummah jogging)
Tibalah di hari
yang ditentukan, pagi itu Aba, Umma dan Mundzir berangkat dengan roda dua
menuju Masjid Istiqlal, Alhamdulillah Kakeknya Mundzir pun turut hadir
memberikan support untuk Mundzir yang akan dikhitan.
(Pagi hari baru tiba di Masjid Istiqlal sebelum dikhitan)
Acara pagi ini
dimulai dengan opening yang dibuka oleh MC dari Abang None Jakarta Pusat,
kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, sambutan pamungkasnya adalah
ketika Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal yaitu Bapak Dr. KH.
Nasarudin Umar, MA menyapa anak-anak dengan sangat santun dan seperti yang
dikatakan beliau bahwa khitanan ini akan membawa banyak kebaikan. Semoga
doa-doa yang beliau panjatkan untuk anak-anak peserta khitan senantiasa
diijabah Allah SWT.
KH. Abu Hurairah Abdus Salam, Lc. MA
Agenda dilanjutkan
dengan sesi arak-arakan peserta khitanan dengan mengendarai delman yang dipandu
dua ondel-ondel laki-laki dan perempuan, pawai ini menjadi semakin semarak dengan
adanya irama music khas DKI Jakarta. Perjalanan pawai memutari wilayah sekitar Masjid
Istiqlal akhirnya berlabuh kembali dan memasuki pintu gerbang Al-Ghaffar. Di
sela-sela kesibukan Pa Abu sebagai panitia acara beliau masih menyempatkan diri
untuk menyapa dan berfoto bersama, alhamdulillah disambut dengan sangat
menyenangkan.
Setelah itu,
anak-anak diarahkan masuk ke area Masjid dan
menuju latar depan Aula Ar-Rahman untuk mendengarkan dongeng. Mundzir
sempat mengikuti sebentar sambil menunggu panggilan untuk dikhitan. Tiba-tiba
Pa Abu memanggil dan menawari Mundzir menjadi peserta No.1 untuk dikhitan, secepat
mungkin di iyakan. Alhamdulillah Ya Allah… Mundzir menjadi peserta pertama yang
dikhitan.
Proses khitan
menjadi pengalaman yang tak terlupakan, pada prosesnya banyak yang menyaksikan
dari tim dokter dan ada juga Abang Jakarta yang sempat berkeliling melihat
proses khitan Mundzir. Sebagai Ibu tak sanggup melihat proses pemotongan dengan
laser bahkan saat dijahit. Proses khitan cukup cepat hanya diawal yang sedikit hati-hati
karena ananda merasa tidak nyaman saat disuntik kebal dibeberapa titik.
Alhamdulillah setelah dijahit ananda dipakaikan celana batok dan langsung bisa berjalan karena memang efek suntik kebalnya
masih terasa. Terimakasih tim dokter dari Baznas yang telah dengan sangat
teliti menangani proses khitan ini.
Ananda disambut
panitia khitan dengan senyum merekah dan segera mengambil obat lalu mendapat
oleh-oleh ayam bekakak sebagai tanda syukur yang kabarnya merupakan adat seseorang
yang sudah dikhitan. Dari kegiatan khitanan terpadu ini ananda mendapatkan
hadiah berupa baju koko, sejumlah uang dan bingkisan makanan dan tentu saja
pelayanan khitan yang memuaskan serta jadwal control setelah dikhitan.
Pukul 10.00 WIB
proses khitan sudah selesai, bergegas pulang yang awalnya berencana untuk naik
taksi atau layanan mobil online tapi ternyata ananda Mundzir masih bisa
menyesuaikan dan obat suntik kebalnya masih bekerja sehingga masih aman untuk
pulang dengan mengendarai motor. Diperjalanan rasa Syukur tak habis dihaturkan
karena telah memberikan kelancaran untuk semuanya.
Tiba dirumah
dan beristirahat, ananda langsung disambut tante dan sepupunya dengan gembira
meskipun obat bius dalam waktu dekat sudah tidak bekerja dan hal itu akhirnya
terjadi, saat dititik ananda merasa sakit ananda berteriak, akan tetapi yang
sangat dikagumi adalah ketika dia melafalkan kata Allah ketika dia merasa
sakit.
Hal yang diluar
rencana ternyata besok Madrasah Istiqlal mengadakan Employee Gathering selama
dua hari di Kebunsu Bogor, sebagai salah satu pegawai MIJ tentu acara tersebut
harus diikuti. Alhamdulillah Allah memudahkan semua, Abanya bisa bekerjasama
dan Mundzir bisa dititipkan ke tantenya Mama Farah yang kebetulan sedang
menginap.
Semoga khitan
ini menjadi kebaikan seperti halnya doa yang disampaikan oleh Menteri Agama
saat membuka Khitan Terpadu 2025 M. Barakallah.
--
Btw satu minggu setelah dikhitan Mundzir sudah masuk sekolah tahun ajaran baru dan memakai celana batok. dalam proses penyembuhan Mundzir cukup lama sekitar 2 minggu karena perbannya masih menempel, mungkin karena umma sedikit takut dan khawatir saat mengobati akan tetapi setelah konsul ke Rumah Sehat Baznas di Masjid Istiqlal bersamaan pula dengan acara syukuran kecil2an khitan Mundzir, sore harinya perban tersebut lepas. Alhamdulillah ya Allah...
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar