Tes

Minggu, 31 Agustus 2014

Tawakuf Ziyadatul Manan 2014



Dresscode hitam menjadi konsep tawakuf kali ini, selalu ajja setiap ingin tampil inginnya total dan baru, walhasil aq and ria pada hari H acara pagi harinya masih nunggu baju yang masih finishing dijahit sama umi, hehehe
Dasar anak kembar siam, dari dulu kompak bingitt, seru-seruan model baju, ngaji bareng-bareng, sampe ambeg-ambeg nya udah tau,, tapi aq bersyukur bisa sekompak ini dengan sepupuqu, walaupun terkadang ada salah paham tapi semua bisa diselesaikan dengan bicara. Kembali ke baju,, yapp tepat jam 8 pagi qt baru rapi, dan sampai di Masjid Al-Manan qt sudah ditunggu.. hehehe. Btw aq kaget waktu tiba-tiba ditunjuk sebagai MC, aq fikir waktu latihan cuma sekedar pembicaraan biasa, ternyata benar dapet amanah, hadehh gak ada persiapan deh, tapi yasudahlah berikan apa yang ada dan yang aq bisa.
Alhamdulillah qt bisa menampilkan sholawat bersama team dari Ziyadatul Manan, ceritanya sichh qt alumni pengajian TPA yang diundang sama ibunda guru tapi jadi sekalian pengisi acara. hehe
Btw ternyata yang isi ceramah itu Ust H.  Dedi Supriyadi Muhtar. M.Pd. guruqu waktu di Masjid Al-Makmur Klender, subhanallah deh bisa silaturahim di sini.
Semoga bertambah keberkahan, kebahagiaan menyambut Bulan Suci Ramadhan…
Aamiin Yaa Rabbal Aaalamiin…
  
Sunday, June 22, 2014

Akhirussanah MI Istiqlal 2014 “Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia”



Satu tahun berjalan untuk persiapan hajat besar MI Istiqlal rasanya tidak cukup, tetapi project ini harus tetap dilaksanakan. Tahun ini menjadi tahun penting untuk aq dan team penanggungjawab, aq bersama dengan Umi Rina, Mamah Izzul, Bu Diana dan Pak Husen fokus mensukseskan Akhirussanah tahun 2014. Pada kesempatan ini aq dipercaya oleh team sebagai Ketua Panitia, bagiqu ini adalah pengalaman yang menarik, baiklah aq jalani, awalnya yang ditunjuk sebagai Master of Ceremony (MC) untuk acara adalah guru muslim, tetapi ketika kami diskusikan dengan Kepala Madrasah, ternyata beliau masih menginginkan aq untuk menjadi MC kembali pada Akhirussanah ke 4 MI Istiqlal tahun ini, tugas yang cukup menarik bagiqu, meskipun aq dipercaya untuk menjadi MC kembali ternyata teamqu pun masih tetap mempercayakanqu sebagai Ketua Panitia, hemm double job  tapi asikk,, aq jalani saja karena aq percaya teamqu adalah orang-orang hebat yang selalu memberi inspirasi untuk kesuksesan acara ini.
Walhasil dari sekian meeting yang kami laksanakan, tercetuslah tema besar Akhirussanah tahun 2014 “Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia” dan segala hal yang berhubungan dengan keperluan Akhirussanah ini kami persiapkan, dari mulai kepanitiaan, konsep acara, tata panggung de el el…

H-4 ;  Puncak acara diisi dengan proses gladi kotor dari seluruh pengisi acara, berjibaku dengan pengurusan izin tempat yang secara tiba-tiba katanya dari pihak Masjid Istiqlal ruangan yang akan qt pakai sudah di booking oleh pihak lain,,, Oo My God… tidakk tapi dengan kegesitan Umi Rina dan Mamah Izzul sebagai teamqu dan PJ Acara, mereka berhasil..berhasil.. mengkonfirmasi kembali soal perizinan…Yess Alhamdulillah

H-3 ;  Sponsor kegiatan sudah mulai muncul hilalnya,, hehe. Bank Syariah Mandiri Kantor Kas Kementerian Agama menjadi Partner terbaik untuk Madrasah Istiqlal khususnya MI Istiqlal. Penerbit Erlangga juga turut mensponsori kegiatan kami tahun ini. dan satu lagi rekomendasi dari pihak Komite Madrasah yaitu Bank DKI yang siap mensponsori kegiatan Akhirussanah. Alhamdulillah yah…

H-2 ;  Para pengisi acara mencoba mengenakan kostum masing-masing, tidak ketinggalan aq bersama dengan partner MC qu Ananda Bilal. Pada kesempatan ini aq mengenakan kostum dari Padang dengan warna kuning emas (warna favoritqu ^_^), awalnya aq ingin didandani dengan menggunakan hiasan kepala yang berat (kayak pengantin padang gitu deh ! hehe) tapi mamah izzul nyeletuk: “kalo Eka dipakein hiasan kepala yang berat ntar waktunya abis buat dandanin MC nya doank !”. hahaha bisa jadi, bisa jadi. Dan akhirnya aq hanya pakai topi padang ajja, its oke gak masalah, kata someone qu jadi kayak “uni” deh,, hihihi

H-1 ;  Seluruh panitia berkumpul, meeting terakhir, bergerak dan siap bekerja. Tergambar raut  kegembiraan, semangat, lelah tapi kita semua bahagia menyambut hajat besar esok hari. Aq tertawa saja, hahaha sambil futu-futu (jahat yee mentang2 jadi ketuplak !)…yaa gak lahhh,,, aq tetep bantuin koq, liat sana liat sini, latihan beberapa saat dengan partner MC qu buat besok, walaupun aq merasa sangatttt sedikit waktu untuk latihan MC bersama partnerqu,, yahh tinggal berdoa semoga dengan  kepandaiannya partner MC qu bisa memberi yang terbaik bersamaqu. So, aq iseng2 ikutin Umi Rina buat rangkaian bunga,,wihhh seger bingiit bunga hidup yang baru dibeli apalagi warna-warninya, aq sangat tertarik dengan warna bunga yang purple, seketika itu aq teringat seseorang yang qu sayang (uhuyy…hahaha).. aq coba buat deh rangkaian bunganya lalu qu futu dan qu kirimkan ke dia. Hehehe.



Btw Umi Rina ngajak team PJ untuk menginap di School, lelah tapi baiklah aq pulang sore lalu malamnya aq balik lagi ke Madrasah, sempat mengajak dia untuk ikut tapi sayang dia gabisa ikutt, baiklah,, ternyata bukan hanya aq, umi and mamah izzul ajja yang menginap tapi ada juga panitia perlengkapan menginap sekalian. seruuu,, dan yang paling menyenangkan adalah saat aq, umi and mamah izzul menjelang tidur, cerita kesana kemari, soal rumah tangga, teman dan yang paling menggelitik cerita soal cinta. Hihihi. Jadi kangenn… 


Tibalah saatnya----------------

Bismillahirrahmaanirrahim…
Pagi hari yang ceria, indah, membara karena kostum panitia kali ini dengan nuansa merah dan ditambah deg-degan…
Aq cukup was-was dengan partner MC qu kali ini, karena waktu latihan kami yang sangat kurang dan kekompakan kami yang belum terbentuk dengan sempurna, namun aq percaya dengan keyakinan dan kemampuan memberikan yang terbaik akhirnya kami bisa walaupun dengan segala kekurangan dan kelebihan. apalagi konsep acara Akhirussanah kali ini sangat berbeda dengan tahun lalu, jika tahun lalu menggunakan konsep tirai terbuka tertutup, namun tahun ini kami panitia mencoba konsep acara dengan menggunakan tiga panggung dengan bantuan lampu sorot yang menjadi tumpuan suksesnya acara. Dan acarapun berjalan dengan segala keajaiban yang terjadi, semua berjalan lancar namun yang pasti segala kekurangan akan menjadi bagian penting dalam evaluasi untuk acara Akhirussanah tahun depan.
Akhirnya dengan mengucapkan Alhamdulillah acara Akhirussanah ke 4 tahun 2014 ini selesai, sujud syukur kami panjatkan kepada Allah, semoga segala peluh yang ada, pengorbanan, ide kreatif semua akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang berlipat ganda.
Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin…


Saturday, June 21, 2014

Akreditasi Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Attahiriyah (UNIAT) Jakarta oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT)



“Eka,,ibu bisa minta tolong?” (pesan singkat BBM dari dosenqu)
“Apa yang bisa saya bantu bu?” (jawabqu melalui BBM)
                            
Awal perbincangan dengan salah satu dosen kebanggaanqu, Ibu DR. Hj. Popi Puadah. Beliau dulu adalah pembimbing skripsiqu dan sekarang beliau juga diberikan amanah pekerjaan untuk mengurusi pendistribusian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Madrasah se-Indonesia.
Dan kali ini almamaterqu khususnya Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dipimpin oleh Ibu Popi akan melangkah menuju akreditasi kembali demi mempertahankan kualitas dan kuantitas perkuliahan di kampus kami.

Aq sebagai alumni dari program studi tersebut merasa sangat bangga ketika dilibatkan sebagai salah satu anggota dalam pertemuan akreditasi tersebut sebagai perwakilan alumni yang berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan mempertanggungjawabkan gelar sebagai Wisudawati terbaik Fakultas Agama Islam (FAI) tahun 2011 yang tercantum dalam draft Akreditasi UNIAT.
Beberapa hari sebelum hari pelaksanaan, aq diundang ke kampus UNIAT dan bertemu dengan beberapa alumni yang lain dan para dosen yang tergabung dalam proses akreditasi ini.
Untuk satu hari ini aq terbebas dari pekerjaan sebagai seorang guru dan memusatkan perhatian untuk almamaterqu. Ada kenangan yang muncul saat masuk ke lorong kampus, ^_^ tersenyum sendiri mengingat semua peristiwa yang pernah ada di sana, maniss pahitt penuh suka cita… hemmm…

Dan tibalah di hari pelaksanaan Akreditasi BAN PT untuk Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada tanggal 12 Juni 2014, khusus di hari tersebut aq mendapat mandat langsung dari Pak Alwi (Kepala MI Istiqlal) setelah di telepon langsung oleh Ibu Popi untuk diizinkan mengikuti akreditasi ini.. wihhh…hahaha. Secara Bu Popi sebelumnya itu supervisor Madrasah Istiqlal juga. ^_^
Dan khusus untuk hari ini, aq turut serta dalam proses penilaian akreditasi kampus, dosenqu luar biasa mempresentasikan segala hal yang telah termaktub dalam draft akreditasi, dan aq cukup mendampingi proses tersebut bersama dengan mahasiswa aktif yang memang ditugaskan untuk acara ini. di sisi yang lain fikiranqu tiba-tiba teringat dengan seseorang yang sedang dekat denganqu sambil membayangkan, jika waktu bisa diulang saat aq masih kuliah, mungkin aq akan bertemu dia lebih awal di tempat ini juga, kampusqu. Tapi memang ternyata ceritanya tidak seperti itu, aq dipertemukan olehnya bukan pada saat aq masih berada di kampus tetapi ketika aq sudah meninggalkan kampus dan melangkah ke ruang yang lain, tentunya Allah punya alasan mengapa qt dipertemukan di waktu yang tidak pernah bisa qt rencanakan.

Kembali ke akreditasi, ada hal menarik dan tidak akan pernah aq lupa tepat pada hari bersamaan dengan akreditasi, aq bertemu rekan mahasiswa yang juga sebagai penyiar di salah satu radio islam di Jakarta, subhanallah… Allah benar-benar menunjukkan kuasanya, Allah menegurqu, dan Allah memberi jawaban atas doa yang telah dipanjatkan, bahwasanya laki-laki yang dahulu pernah dekat denganqu memang bukan untukqu, ada alasan yang cukup aq yang mengetahui, inilah jalan hidup, jalani saja. Allah selalu punya cara yang unik dalam memberi jawaban di saat yang nyaman, aq tidak perlu membanjiri pipiqu dengan air mata, bagiqu ini jawaban yang terbaik. Terimakasih Ya Allah. Aq bersyukur dalam ajang silaturahim ke kampus kebanggaanqu ini, Engkau memberi banyak cerita untuk hari ini. 

Dan selesailah proses akreditasi hari ini, kami semua berharap dan seluruh civitas akademika berdoa semoga segala peluh dan apapun yang dikorbankan menjadi buah yang manis nantinya dan tentu mendapat nilai yang memuaskan yakni kembali mendapat peringkat A untuk Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI)

Thursday, June 12, 2014

Jumat, 18 Juli 2014

Aku ingin berbicara soal "Cinta"




Terkadang terlintas dalam fikiranku sendiri, wanita sepertiku selalu dianggap penggalau terlebih soal cinta, tanpa disadari seorang wanita sebenarnya sangat nyaman ketika bicara soal cinta. Entahlah mungkin ini juga dirasakan oleh kaum lelaki tetapi yang pasti aq sebagai wanita sangat mengagumi cinta. Dan sejak saat itu aku tidak peduli orang beranggapan aq penggalau cinta, mengapa? karena memang sejatinya wanita butuh cinta dan tak dipungkiri aq tidak ingin malu-malu lagi bicara soal cinta.
Mungkin dahulu aq bukan wanita yang cukup beruntung atau sukses dalam urusan cinta, karena itu pula sekarang aq sangat fokus untuk pembicaraan yang satu ini, jika orang lain sangat dengan mudahnya menjalani cinta khususnya terhadap pasangan lawan jenis dengan segala lika-liku yang sudah mereka lewati bersama, maka hal yang seperti itu baru aq mulai sekarang.

Sungguh, aq benar-benar harus menghadapi persoalan cinta itu mulai saat ini, padahal dahulu hal yang seperti ini aq hindari, aq terlalu malu dan sungkan untuk memiliki rasa cinta terhadap lelaki, aq terlalu takut dengan segala rasa yang mungkin nantinya aq rasakan, aq terlalu naïf karena waktuku akan tersita untuk memberi perhatian kepada seorang lelaki. Tetapi itu pertimbangan yang sudah lama terlewati, namun justru aq sangatt berterimakasih kepada Allah dan berbahagia karena telah melewati masa itu dengan suka cita. 

Sampailah pada saatnya aq diperkenalkan dengan cinta, cinta yang dimaksud bukanlah cinta pertama, karena aq merasa sudah pernah merasakan apa itu cinta pertama dan cinta monyet, dulu saat masih kecil dan itu hanya sekedar mengagumi dengan segala rasa yang tercipta dari seorang anak-anak. Yang aq maksud adalah ketika pertama kali aq menjalin cinta dengan seorang lelaki. Lagi-lagi kisah itu hanya berlangsung dalam waktu yang cukup singkat tapi entah mengapa memori yang tercipta selalu saja kenangan pahit yang dilakukan oleh laki-laki yang pernah menjalin hubungan denganqu dan itupun sangat membekas, soal kesetiaan dan kejujuran menjadi point penting pelajaran yang aq ambil.

Bahagia ataupun sedih itu wajar, aq baru bisa bicara seperti itu sekarang! Karena memang aq harus melewati masa itu seperti juga orang lain yang lebih dahulu melewati masa tersebut, tetapi bukan berarti aq menginginkan kesedihan disetiap hubungan, setiap pasangan pasti ingin memiliki hubungan yang harmonis, yang didasari dengan cinta yang saling menghargai, menghormati, menyayangi dan mencintai, namun ternyata hal itu tak semudah yang kita bicarakan.

Seperti halnya orang yang sedang berikhtiar dalam urusan cinta, maka aq pun pernah merasakan itu, saat dikenalkan atau bahkan dahulu saat ingin dijodohkan dengan seseorang sungguh dengan berjuta rasa yang ada pada saat itu, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, buatqu ini menjadi pelajaran hidup yang penting, bahwa tak semua lelaki bisa jatuh hati dengan kepribadian yang ada dalam diriku, ternyata ada juga yang tak sesuai dengan kriteria si lelaki, aq jadi lebih menyadari bahwa tak semestinya aq sebagai wanita menganggap diri sempurna, karena ternyata kesempurnaan di mata lelaki itu berbeda-beda.
Maka berdirilah aq sebagai seorang wanita apa adanya, wanita itu mahal? Aq jawab iya dan aq sedang berjuang untuk hal itu, mahal bukan dari materi, tapi lebih kepada attitude atau akhlak. Sulitt? Iyaa sangattt sulitt, tapi itu harus aq jalani dan perjuangkan.

Dan sesungguhnya aq berharap laki-laki akan memahami konsep tersebut, supaya mereka bisa lebih menghargai wanita secara seutuhnya, baik dari segi fisik maupun hati.
Jika sudah sampai sana, dan hati sudah terpaut dengan seorang lelaki, maka yang dibutuhkan adalah keberanian, aq yakin wanita ingin sekali diperjuangkan, ingin sekali dibela dalam hal apapun, ingin sekali diharapkan, tetapi lagi-lagi cinta itu tak sempurna yang kita bayangkan, cukup dengan saling memahami maka semuanya akan bisa kita terima. 

Soal keberanian tanyakan saja pada laki-laki, entahlah aq tak bisa menjawab untuk urusan itu, karena wanita sejatinya dipilih dan bukan memilih, hanya bisa menentukan atas pilihan tersebut. dan karena wanita menunggu takdirnya untuk dipinang atas keberanian sang lelaki yang dicintainya.
Aq teringat dengan sebuah kata-kata yang serupa dengan ini :

“Cinta tak pernah meminta untuk menanti, seperti Imam Ali AS. Ia mempersilakan atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan, yang kedua adalah keberanian”

Dan akhirnya aq mencapai kesimpulan bahwa jodoh itu misteri, namun dibalik misteri tersebut terdapat sebuah pembelajaran untuk terus berikhtiar mencapai pada kata jodoh.

2 Ramadhan 1435 H