Tes

Senin, 29 Oktober 2012

Teks Master of Ceremony in Fatayat NU DKI Jakarta


TEKS MC FATAYAT NU DKI JAKARTA
Oleh : Eka Ameliawati, S.Pd.I


08.00 – 09.00     Yasin dan Ratib 

Hadirin sekalian yang kami hormati, sambil menunggu rombongan sahabat kita yang masih dalam perjalanan, marilah kita ikuti bersama pembacaan surah yasin dan ratib, yang akan di pimpin oleh sahabat MARFUQOH beserta sahabat2 dari Pimpinan Cabang Fatayat NU Jakarta Timur. Kepada Sahabat MARFUQOH disilahkan...
09.00 – 09.10     PEMBUKAAN



     Tak ada kata yang pantas kita ucapkan pada pagi hari ini, melainkan puji yang tiada terbagi, puja yang tiada terhingga serta syukur yang tiada terukur kehadirat Illahi Rabbi. Karena dengan Rahmat dan izinNya, kita dapat bersama-sama berkumpul, bermuwajjahah di tempat yang InsyaAllah penuh dengan keberkahan dalam acara pengajian bulanan FORDAF (Forum Da’iyah Pengurus Wilayah Fatayat NU Prov DKI Jakarta).

     Sholawat teriring salam, tak lupa senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi besar yang telah dibesarkan oleh zat yang Maha besar. Dialah Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang seperti saat ini.
Yang kami hormati = Penceramah kita, Bapak KH. Drs Nandi Naqsabandi MA
Yang terhormat      =  Ketua Umum Pengurus Wilayah Nadhlotul Ulama Prov DKI
                                       Jakarta, Bapak KH. Djan Faridz
Yang kami hormati  = Pimpinan Pusat Fatayat NU, Sahabat Ida Fauziyah
Yang terhormat       = Ketua Umum Pimpinan Wilayah Fatayat Nadhlotul Ulama
                                      Prov DKI Jakarta Sahabat Dra. Karimah Hamid
Yang kami hormati  = Ketua pengurus cabang NU Jakarta Pusat, Bapak H. Mualif
Yang terhormat       = Ketua pengurus cabang NU Jakarta Timur,
                                      Bapak KH. Yus Fadillah
Yang kami hormati  = Ketua pengurus cabang NU Jakarta Barat,
                                      Bapak KH. Ahmad Zabidi Maimin
Yang terhormat       = Ketua pengurus cabang NU Jakarta Utara,
                                       Bapak KH. Darmanto
Yang kami hormati  = Ketua pengurus cabang NU Jakarta Selatan,
                                       Bapak H. Shafwani A. Hamid
Hadirin pimpinan cabang, pimpinan anak cabang, pimpinan ranting dan pimpinan anak ranting Fatayat Nadhlotul Ulama se-Provinsi DKI Jakarta.


Hadirin sekalian yang kami hormati.
Dalam rangka pertemuan bulanan, Forum Da’iyah Fatayat dan pengurus Fatayat Nadhlatul Ulama se-Prov DKI Jakarta, Ahad, 04 Maret 2012 M dan bertepatan dengan tanggal             Rabiul tsani 1433 H diawali, dengan pembacaan Ummul qur’an suratul Fatihah.



Alfatihah...............

Amin....Semoga dengan pembacaan ummul qur’an suratul fatihah tadi, acara kita dapat berjalan dengan penuh keberkahan dan manfaat. Amin

09.10 – 09.20 = Pembacaan ayat-ayat suci alquran

Hadirin sekalian yang kami hormati,
Acara selanjutnya, pembacaan ayat-ayat suci alqur’an.
Kepada sahabat IDA ROSIDA disilahkan


Demikianlah pembacaan ayat-ayat suci alqur’an, semoga yang membaca dan yang mendengarkan memperoleh cucuran Rahmat dari Allah SWT. Amin
09.20 – 09.30   = Lagu Indonesia Raaya dan Mars Fatayat NU

Hadirin yang kami hormati,
Acara selanjutnya, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Fatayat NU. Dipimpin oleh sahabat SAIDAH.
Kepada sahabat SAIDAH disilahkan
Hadirin dimohon berdiri

Hadirin disilahkan duduk kembali

09.30 – 09.40   = Pelantikan pimpinan anak ranting Fatayat NU Se-Jakarta Pusat

Hadirin yang kami hormati,
Acara selanjutnya, pelantikan pimpinan anak ranting fatayat NU se-jakarta pusat, dipimpin oleh ketua pimpinan cabang fatayat NU Jakarta Pusat.
Kepada sahabat................................................ disilahkan


09.40 – 10.00   = Sambutan

Hadirin sekalian yang kami hormati,
Acara selanjutnya, sambutan ketua umum Pimpinan Wilayah Fatayat NU, Prov DKI Jakarta.
Kepada Sahabat Dra. Karimah Hamid. Disilahkan

10.00 – 10.20     = sambutan

Hadirin sekalian yang kami hormati,
Acara selanjutnya, sambutan ketua umum Pimpinan wilayah Nadhlotul Ulama prov DKI Jakarta.
Kepada Bapak KH. Djan Faridz, disilahkan

10.20 – 11.30 = Tausiah

Hadirin sekalian yang kami hormati,
Acara selanjutnya, tausiah mauidhoh hasanah, dan dimohon berkenan memimpin doa penutup.
Kepada Almukarrom Bapak KH. Drs. Nandi Naqsabandi MA

11.30 – 11.35  = Penutup

Hadirin sekalian yang kami hormati,
Dengan berakhirnya pembacaan doa tadi, maka selesai sudah tugas saya memimpin acara pada siang hari ini. Semoga kita semua memperoleh keberkahan dan ilmu yang bermanfaat fiddunya wal akhirat, terimakasih atas perhatian hadirin, mohon maaf atas segala kekurangan dan sampai jumpa dilain kesempatan. Dan marilah acara ini kita syukuri dengan pembacaan Hamdalah.. Alhamdulillah...


Dan acara selanjutnya saya serahkan kepada ketua fordaf sahabat musyarofah



Selasa, 23 Oktober 2012

My Favorit Lyric Song



Lirik lagu Zaujati by Ahmad Bukhatir

“Uhhibuki misla maa anteee” I love you the way you are,
“Uhiibuki kaifa ma kunteee” I love you the way you were,
“Wa mahma kaana ,mahaa saara“ No matter what did or will happen
“anti habeebati anteee” You are and will be My Darling.
“Zawjateee…” My Wifeeey…
“anti habeebati anteee” You are and will be My Darling.
“Uhhibuki misla maa anteee” I love you the way you are,
“Uhiibuki kaifa ma kunteee” I love you the way you were,
“Wa mahma kaana ,mahaa saara“ No matter what did or will happen
“anti habeebati anteee” You are and will be My Darling.
“Zawjateee…” My Wifeeey…
“halaali anti laa akhshaa adulan…an numaqteee…” You’re my rightful wife, I don’t fear sin… I don’t care not about those who like to reproach and irritate me.
laqad azina zamaanulana bi wuslim ghayri mumbatteee” It is our destiny to be Together eternally.
“Saqaytil hubba fi qalbi bi husnil fa a’li was-samti” In my heart you instilled love With grace and good deeds.
“yagheeb-us’-sa’adu innibti” Happiness vanishes when you disappear,
“Wa yasful a’yshu inji ti” Life brightens when you’re there.
“nahaari kaadihum hatta izaa ma a’ttulil baytee” Hard is my day Until you return home.
“Laqituki fanjala anni duna ya izaaa tabassamteee” Sadness disappears When you smile. J
“Uhhibuki misla maa anteee” I love you the way you are,
“Uhiibuki kaifa ma kunteee” I love you the way you were,
“Wa mahma kaana ,mahmaa saara“ No matter what did or will happen
“antee habeebati anteee” You are and will be My Darling.
“Zawjateee…” My Wifeeey…
“antee habeebati anteee” You are and will be My Darling.
“tagiku bi al hyaatu iza bi aa yauman tabarramti” Life turns black When you’re upset,
“fa asssaa jaahidan hatta aw haqqi qaamaa tamannaytee” So I work hard To make your wish come true.
“anaaee anti fal tanay bi jifhil hubbi maa ashtee” You’re my happiness. May you be happy forever.
Fa roohanaa qadi talafa ka mislil ardhi wa annabteee Our souls are united Like soil and plants.
“wa amali wa Yaa sakaanee Yaa unsi wa mulhimateee” ”You’re my hope, my peace My good company and inspiration.
“yatibul a’eshu mahmaa daaqatil ayyaamu intibteee” Life is good, no matter how hard it is, When you’re fine. “wa amali wa Yaa sakaanee Yaa unsi wa mulhimateee” ”You’re my hope, my peace
My good company and inspiration.
“yatibul a’eshu mahmaa daaqatil ayyaamu intibteee” Life is good, no matter how hard it is, When you’re fine.
“Uhhibuki misla maa anteee” I love you the way you are,
“Uhiibuki kaifa ma kunteee” I love you the way you were,
“Wa mahma kaana ,mahaa…saaraa“ No matter what did or will happen
“anti habeebati anteee” You are and will be My Darling.
“Zawjateee…” My Wifeeey…

Sabtu, 25 Juni 2011

Puisi Cinta

Cinta Sejati

Cinta sejati takkan pernah sanggup tuk diungkapkan
Meski lewat lagu… atau lewat puisi
Cinta sejati tak mudah untuk dilukiskan
Melalui sebentuk langit biru… atau segarnya udara pagi
Cinta sejati takkan pernah bisa beranjak pergi
Meski masanya sirna… dan ceritanya tak lagi putih
Cinta sejati tak mudah untuk digoyah
Walau godaan menderu… dan kenikmatan dunia mengimaji
Hingga esok tak lagi ada
Sejak terasa waktu pertama
Hingga dunia menjadi abadi
Tak berubah semua di hati

Cinta Sejati

Jika cinta sejati seringkali harus diuji dari sebuah kesendirian
Kumohon kali ini pada Tuhan untuk tidak memberi hambanya ujian
Bukan ku tidak ingin membuktikan
Hanya saja kuingin sungguh… bahagianya kurasakan
Jika cinta sejati kerapkali harus melalui beribu rintangan
Kumohon kali ini pada Tuhan untuk memberiku sedikit kelapangan
Bukan ku tidak mau berjuang dan bertahan
Niat putih juga butuh waktu untuk diwujudkan


Cinta Putih

Ada bayang yang tak pernah pergi
Ada nama yang s’lalu mendiami
serta seutas wajah yang menerangi
Pada hati…bangkitkan semangat diri
tuk lalui hari-hari
Meski kutau bagiku takkan mungkin lagi ada dirimu
Tetap saja kubiarkan engkau mendiami seluruh taman asa
di antara kuntum bunga mawar yang pernah ada diantara kita
Merekah indah diantara ‘harap dan nyata’
Ada keyakinan yang tak terbeli
Oleh ribuan hari-hari penantian hati
Susuri hidup… walau tertatih seorang diri
dan kau tetap disana, diami sudut paling sunyi
dan suci…