Tes

Selasa, 09 Juni 2020

Foto Pre Wedding di Masjid Istiqlal Jakarta // Post Wedding After Halal



Dua hari setelah acara resepsi digelar, kami melakukan photo session after wedding. Foto after wedding ini sebetulnya sebagai pengganti dari foto pre wedding yang sudah direncanakan. Karena gak dapet izin dari orang tua untuk pre wedding finally kita ambil after wedding setelah menikah dan halal. Meskipun aku harus dibujuk dulu untuk bisa menerima penawaran ini, alhasil foto prewedding ku hanya berupa foto kartun berdua dengan pasangan. Tapi santai aja sih pada akhirnya, malahan lebih bebas saat kita sudah menikah baru post wedding. Iya gak?! Hehehe
Pokoknya dalam hal ini, kita gak kenal yang namanya party bridal shower, foto pre wedding dan apalah… itu semua tergantikan dengan semua rangkaian acara kita yang sudah berjalan.
Btw, balik ke foto after wedding, untuk lokasi yang kita ambil yaitu di Masjid Istiqlal. Alhamdulillah segalanya dimudahkan, aku hanya izin ke Pa Abu Hurairah selaku protokol Masjid Istiqlal, kemudian diberi tempat untuk rias oleh Bu Ana. Mamaci Pa Abu dan Bu Ana untuk segala kemudahannya. Soal biaya aku hanya memberikan uang kebersihan karena memang aku kenal dengan pihak masjid yah, kalau untuk orang lain aku gak tau akan dikenakan berapanya.
Setelah cukup dengan pengambilan gambar di Masjid Istiqlal, aku dan suami langsung menuju ke Hotel Alia Cikini untuk bermalam di sana. Makaci adekku dan Farhan yang udah bantu melancarkan acara kami…
Segera nyusul ke pelaminan yahhh










Bersambung -------->





Selasa, 01 Agustus 2017

Kamis, 04 Juni 2020

Hari Pernikahanku (Eka & Fariz) #HappyWeddingDay




Di Masjid ini dia mengucapkan janji akad yang disaksikan oleh ribuan Malaikat Allah, keluarga serta kerabat dan sahabat yang hadir. Aku menghela nafas dan mendengarkan dengan seksama dari kejauhan saat akad itu dibacakan. Segala puji bagi Allah yang telah mengizinkan dan meridhoi kami untuk menempuh perjalanan ini.

Pengarakan pengantin laki-laki saat tiba di tempat acara

                Sambutan dari mempelai laki-laki oleh Ust. H. Kalimullah Hasbiyallah




Benar, apa yang dikatakan orang-orang, menjadi pengantin itu seperti menjadi ratu dan raja sehari.^-^ Semua perhatian tertuju kepada sang pengantin. Setelah akad dibacakan aku bersama dengan para pengiring pengantin wanita atau dalam istilah kerennya bridesmaid  diantarkan menuju tempat akad untuk mengikuti prosesi berikutnya. 




Penandatanganan buku nikah, penyerahan mahar, permohonan izin, dan sungkeman. Alhamdulillah berjalan lancar, yang bertindak sebagai MC adalah Bang Nurhasanuddin atau yang lebih akrab dengan panggilan Bang Acang.

 Baba, H. Syuaeb, Ust. H. Kalimullah Hasbiyallah, Ust. Jamil Mu'minin, 
 Bang  Nurhasanuddin (Bang Acang)

Pembacaan kalam ilahi oleh ibunda guru Teteh Hj Imas Masriyah. 




Sambutan atas nama pengantin laki-laki oleh Ust Kalimullah Hasbiyallah saat penyerahan pengantin sebelumnya. Setelah itu pembacaan Maulid dan Ceramah.
Acara akad nikahpun selesai, mulai detik ini aku resmi menyandang status sebagai seorang istri untuk suamiku. Bahagianyaa.. semoga Allah melimpahkan rahmatnya selalu untuk kami berdua. Kami berdua turun dari tangga masjid dan terus berjalan melewati para undangan untuk menuju ke singgasana. Teman-temanku sudah banyak yang hadir, Alhamdulillah mereka bisa turut menyaksikan acara dari akad nikah sampai resepsi.





Sebelum acara resepsi dimulai, diadakan acara adat terlebih dahulu, dimulai dari pengarakan mempelai laki-laki bersama dengan kedua orang tua dan keluarganya. Kemudian masuk dalam ruangan acara dan tim palang pintu mulai beraksi, seseru itu pokoknya. Karena mempelai laki-laki yang menang dubacakanlah sholawat dustur sebelum menemui mempelai wanita, kemudian mempelai laki-laki memberikan satu buket bunga untuk mempelai wanita dan kami berjalan beriringan menuju singgasana.







Acara resepsi pun dimulai. Satu persatu tamu berdatangan memberikan doa restu untuk kami, tentu ini menjadi puncak hajatan kami ynag selama beberapa bulan sudah kami rencanakan. Kami mengucapkan banyakk terimakasih kepada orang tua kami, guru-guru kami, keluarga besar kami, sahabat kami, teman kami, tetangga kami dan semua pihak yang terlibat. Kami mohon maaf apabila masih banyak kekurangan disana sini, karena kami hanyalah manusia biasa yang hanya pandai merencanakan, namun hanya kepada Allah lah segala sesuatunya kita kembalikan.














Dan pada pagi harinya. Aku menemukan pemandangan paling indahhh karena melihat laki-laki sedang tidur di kamarku, dia adalah suamiku, rasanya ajaibb!

Sabtu, 29 Juli 2017