Tes

Kamis, 04 Juni 2020

Khotmil Qur’an dan Tradisi Pingit Pengantin Sebelum Pernikahan



Sudah sepatutnya ketika ingin mengawali sebuah hajatan besar, maka  sebagai seorang muslim giatlah berdoa memohon kepada Rabbnya agar hajatnya dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Seperti tradisi yang hampir punah di daerahku yaitu acara khataman qur’an menjelang pernikahan yang dibacakan langsung oleh pengantin wanita.
Sebelum acara khataman dimulai yang dilaksanakan pada hari jumat ba’da sholat jumat di Madrasah Bidayatul Hidayah, Masjid Al-Barkah ini, aku melakukan tradisi pingit terlebih dahulu.
Sehari sebelumnya, aku melakukan perawatan di sebuah salon kecantikan khusus wanita, dengan ditemani oleh adekku, aku mengikuti semua paket perawatan yang aku ambil. Aku ambil paket mawar dengan pelayanan diantaranya: (Facial, creambath, gunting rambut, manicure, pedicure, v-spa, spa, lulur dan masker badan). Tentu ini menjadi sangat spesial buatku karena sebagai seorang wanita selama masih sendiri aku memang termasuk yang jarang tersentuh dengan pelayanan-pelayanan salon, kecuali creambath dan gunting rambut. Karena bagiku selama masih bisa nyaman mengurus diri sendiri seperti ratus dan lulur di rumah, kenapa harus dengan orang lain!?. So karena mau menikahlah aku jadi tau rasanya dilayani. Hahaha.



Setelah menjalani perawatan kecantikan yang kurang lebih selama 2 jam itu, aku bergegas pulang ke rumah, ternyata di rumah sedang ramaii sekali, namun aku mendapati diriku dalam keadaan yang fresh dan wangii sehingga aku merasa tenanggg.. sore itu aku diantar oleh ncingku (tante) kerumah guruku Ibu Ustz Hj. Cholilah untuk dipingit selama 2 malam.
Selama aku dipingit aku disajikan makanan yang rebus-rebusan, ada telur rebus dan kentang rebus. Di sana aku juga belajar membaca bacaan khataman qur’an yang akan aku bacakan esok harinya. Bahagia banget bisa dibimbing oleh guruku sendiri. Pagi hari sebelum acara khataman qur’an aku dimandikan dengan air kembang oleh guruku sambil dibacakan doa-doa.


Karena acaraku dilaksanakan ba’da sholat jum’at. Pagi harinya pula sepupuku ria datang untuk menyematkan white henna di kedua tanganku dan make up persiapan khataman qur’an.



Saat acara dimulai, aku berdiri ditengah untuk diarak oleh teman-temanku sambil diiringi pembacaan dustur beserta sholawat oleh maha guruku ibunda ustz Hj. Laila dan ustz. Hj. Suhani Manan. Saat sholawat dustur dibacakan, tetiba ada rasa yang begitu dalam dan aku berusaha untuk menahan haru dan tangis saat itu.

Di antara susunan acara khotmil qur’an yang berlangsung adalah:
1.     Pembukaan Al-Fatihah (MC. Kak Nisrina Lin)

2.     Doa arwah oleh Ibunda Ustz Hj. Cholilah
     Ustz. Hj. Suhani Manan, Ustz. Hj. Rohmani, Ustz. Hj. Umi Siti Laila, 
     Ustz. Hj. Cholilah Asmat
                        Ustz Hj. Inayah

3.     Bacaan khataman qur’an oleh calon pengantin



4.     Sholawat Asma’ul Husna oleh Ustz NurFajriyah

5.     Pembacaan doa Asma’ul Husna    
* Mc memberikan pengantar sebelum menjelang permohonan izin
6.     Istighfar oleh Ustz Nurfajriyah
7.     Permohonan doa restu ananda kepada ibunda




8.     Sholawat Ilahilas oleh Ustz Nurfajriyah
9.     Kalam ilahi dan saritilawah oleh Mariatul Qibtiyah 

10. Sambutan atas nama orang tua, Ibunda Ustz Hj. Suhani Manan
11. Sholawat Hasbi rabbi oleh Ustz Nurfajriyah
12. Maulid Nabi oleh tim hadroh Bidayatul Hidayah Al-Barkah
13. Ceramah, Ibunda Ustz Hj. Cholilah Asmat
14. Doa penutup
Alhamdulillah seluruh rangkaian acara yang sudah disusun berjalan dengan sangat khidmat, baik dan lancar. Tentunya semua ini bisa berjalan karena doa dan restu dari orang tua, guru-guru serta teman-teman. Sungguh ini adalah moment yang sangat berharga buatku.


                       Aq dan adekku



Jumat, 28 Juli 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar