Tes

Senin, 23 Maret 2015

Wisata Rohani Masjid At-Tin dan Masjid Pintu 1000



       Perjalanan yang sudah kami persiapkan sejak jauh-jauh hari, waktu itu di suatu perbincangan Mama mengajak kami sekeluarga untuk ikut bersama dengan teman-teman pengajiannya dalam acara Maulid yang diselenggarakan di Masjid At-Tin oleh sebuah Yayasan pengajian yang cukup besar di DKI Jakarta Pimpinan Ibu Ustadzah Hj. Maisaroh lalu dilanjutkan dengan perjalanan ziarah ke Masjid Pintu 1000. Bagiqu ini adalah moment berharga untuk keluarga kami khususnya untuk aq pribadi, sebagai hamba yang dhoif aq merasa perlu untuk terus lebih mendekat kepada Allah dengan berbagai cara, salah satunya adalah perjalanan wisata rohani ini.

       Kehadiran kami disambut dengan tabuhan Drum band dari panitia penyelenggara Maulid di Masjid At-Tin. Hemm Masjid At-Tin, anganqu tiba-tiba melayang ingat seseorang yang pernah dekat, di dekat ini pula dia tinggal, Hufthh… tapi sudahlah!

     

     Kembali ke keluarga kecilqu, Aq sangat menikmati perjalanan ini, tentu dengan acara ini aq bisa bersilaturahim dengan teman-teman pengajian Mama yang memang tinggal di dekat rumahqu.

      Perjalanan pun kami lanjutkan menuju Masjid Pintu 1000 yang terletak di Tanggerang, tepatnya di Bayur Periuk Jaya, Tanggerang, Banten. Jawa Barat. saat tiba dilokasi kami sempat disambut dengan turunnya hujan yang cukup deras namun Alhamdulillah akhirnya setelah beristirahat dan sholat dzuhur, hujannya sudah mulai mereda. Lalu kami mulai perjalanan ini dengan berjalan kaki, cukup lumayan jauh tapi bagiqu ini belum seberapa daripada naik gunung!, Yaiyalah…hehe, sebagian Ibu-Ibu yang sudah cukup berumur menggunakan jasa tukang ojek yang membandrol harga Rp. 5000,- setiap satu kali perjalanan. Hemm..cukup membantu juga.

      Kami melewati lingkungan rumah masyarakat yang sudah lebih terlihat modern, bukan lagi sebuah pedesaan, tidak menyangka jika di lingkungan tersebut berdiri sebuah Masjid yang cukup tua yang bernilai sejarah.

     

       Diawali dengan tawassul bersama di makam pendiri Masjid Pintu 1000 yaitu Syekh Ami Al-faqir Mahdi Hasan Alqudrotillah Almuqoddam. Masjid yang memiliki nama asli Masjid Agung Eyang Sulthon Maulana Syarif Hidayatulloh (Nurul Yaqin) ini lebih dikenal dengan sebutan Masjid Pintu 1000 karena info yang diterima masyarakat bahwa Masjid penuh sejarah ini memiliki 1000 pintu, meskipun sebenarnya menurut info yang didapat dari tuan rumah, beliau sedikit mengulas bahwa Masjid Pintu 1000 ini berasal dari angka 999 yang  berarti 99 Asmaul Husna dan 9 Walisongo yang digenapkan menjadi 1000. Adapun bukti fisik yang ada pada Masjid tersebut jumlah pintunya pun tidak sampai 1000 namun cukup memiliki banyak pintu-pintu kecil yang lebih mirip terowongan.

     Setelah bertawassul kami menuju gerbang pintu Masjid Pintu 1000. Cukup lama kami menunggu, mungkin sekitar 30-50 menit untuk bergantian masuk dengan peziarah yang lain. dan setelah menunggu cukup lama kami bersiap mengambil ancang-ancang untuk masuk pintu gerbang Masjid yang lebih mirip seperti sedang mengantri sembako. Hadehhh.

       Hawa dingin tiba-tiba menelusup ke dalam tubuh bersamaan dengan dinginnya dinding-dinding bata yang cukup kecil dan mudah disentuh oleh jamaah, seperti sedang bermain “ular naga panjangnya” kami berjalan menyusuri terowongan dan tibalah kami di sebuah ruangan kecil tempat bermuhasabah. Di tempat tersebut segala jenis penerangan dimatikan dan Sang Ustadz mulai memberikan renungan kepada jamaah. Dalam suasana yang gelap, kami seperti terbawa di dalam sebuah liang lahat. Innalillahi wainna ilaihi raajiun… gemuruh takbir dan isakan tangis membahana di dalam ruangan kedap yang terasa dingin itu. pun aq merasakan hal yang sama. Ketakutan, kesedihan, permohonan ampun, hingga kekuatan dan tekad untuk menggunakan umur yang tersisa dengan sebaik mungkin, untuk berbuat baik dalam segala kondisi. Sungguh perjalanan ini memberikan manfaat yang sangat besar untuk kebaikan rohani setiap manusia. Senantiasa menjadi teguran bagi umat manusia yang hampir lupa dengan tujuan utamanya hidup di dunia ini.

        Ya Allah… terimakasih Engkau telah memberikan pelajaran untuk kami dalam perjalanan ini. semoga dengan perjalanan ini, akan bertambah iman kami. dan senantiasa memperbaiki kualitas ibadah menjadi lebih baik. Aamiin…

Sunday, February 15th 2015                    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar