Tes

Jumat, 30 Desember 2016

Memperingati Hari Sumpah Pemuda // MI Istiqlal Jakarta




Hari Sumpah Pemuda jatuh pada pada tanggal 28 Oktober 2016. Sebagai pemuda Indonesia tentunya kita harus bangga atas perjuangan para pemuda Bangsa yang membawa Negara Indonesia menjadi bermartabat di mata dunia. Dan menjadi sebuah kewajiban kami para pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Istiqlal Jakarta untuk menyampaikan pesan sejarah terhadap peserta didik kami.
Penanggung jawab kegiatan tiga bulanan kali ini dipegang oleh Umi Rina, Miss Erly, Miss Ira, Rizky dan Bu Woro Cann.. hihi. Merekalah yang merangkai kegiatan dalam tiga bulan ini.
Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, anak-anak diperkenalkan dan disuguhkan lagu-lagu nasional yang di mainkan saat waktu istirahat di Madrasah dan ini dilakukan rutin setiap hari sesuai dengan tema yang diangkat. Anak-anak sangattt gembira mendengar dan menikmati lagu-lagu yang disuguhkan. Sungguh ini sangat efektif sekali untuk menanamkan jiwa-jiwa nasionalisme dalam diri peserta didik.
Bertambah pula rasa nasionalismenya saat latihan Pramuka di hari Rabu, peserta didik mendapat latihan dan permainan yang berkaitan dengan Hari Sumpah pemuda. 




Tibalah kami di hari Jumat, 28 Oktober 2016 pada peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini dilaksanakan di Koridor Madrasah Ibtidaiyah Istiqlal. Sebelumnya di pagi hari kami melaksanakan senam bersama di lapangan olahraga, setelah itu kembali ke Madrasah dilanjutkan dengan sarapan pagi. Setelah sarapan kami semua berkumpul di koridor Madrasah.
Bapak Amin nashrullah sebagai wakil bidang kesiswaan membuka secara resmi acara peringatan hari sumpah pemuda. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan yang dipimpin oleh Bu Woro cann…



Setelah itu pembacaan teks sumpah pemuda oleh Rizky yang didampingi oleh Pa Amin dan Nissa. Lengkap dengan atribut kepemudaannya. Hihihi. Anak-anak sangat antusias dengan penampilan ini, suasanapun bertambah seru saat Ibu Yulisa sebagai Kepala MI Istiqlal membacakan Puisi dihadapan anak-anak dengan atribut yang tidak kalah seru dengan Rizky. Hehe

                                                                     Di balik layar...

                                                         Deklarasi Sumpah Pemuda


              Pembacaan puisi oleh Ibu Yulisa


Setelah itu, kamipun diajak untuk serius mendengarkan penjelasan sejarah Sumpah Pemuda secara singkat yang disampaikan oleh Miss Erly. 


Berikut sejarah Sumpah Pemuda :
 
Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua[1] yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".
Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.[2] Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda[3]. Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen.
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
  
Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. [4] Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.[5]

Sumber :  https://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda






Tentu hal ini menjadi informasi yang sangat berharga bagi teman-teman. Setelah sama-sama merayakan peringatan hari sumpah pemuda ini, kami semua mengganti kostum olahraga dengan seragam hari jumat dan masuk ke kelas masing-masing untuk menonton tayangan film tentang sumpah pemuda lalu dilanjutkan dengan merefleksikannya melalui tulisan di karton yang sudah dibagikan.











Alhasil sepanjang dinding Madrasah Ibtidaiyah Istiqlal banyak karton tulisan Sumpah Pemuda dari anak-anak. Good job teman-teman…

      Friday, October 28th 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar