Tes

Minggu, 20 Maret 2016

Ketika cinta bicara



“Tak ada yang bisa menyangka cara Tuhan mempersatukan dua hati manusia. Tidak terbatas pada sebuah perjumpaan atau sekadar percakapan dua mata. Tuhan juga bisa bermain untuk menghadirkan dan mengalirkan cinta pada hati yang bahkan tak pernah saling bersua. Karena Tuhan itu punya kuasa. Seperti halnya dirimu, jodohku, rahasia yang selalu menenangkan bagiku”
-Fu (Buku: Jodoh Dunia Akhirat)

Pada akhirnya Allah memberi kesempatan kami untuk bertemu dan berkomunikasi layaknya sepasang kekasih yang harus mampu berkomunikasi menyelesaikan sebuah masalah.

Aku mencoba menguatkan diriku untuk saat ini. awal perbincangan kami adalah ungkapan rasa yang sejak beberapa minggu lalu bahkan satu bulan yang lalu sempat berkecamuk dan terputus.  Menjelaskan semua duduk perkara yang kami rasakan terlebih ungkapan kecewa yang aku rasakan dan kau pun merespon dengan ucapan maaf. Sungguh akupun sudah memaafkanmu, namun entah hati terasa miris setiap ingat hal yang membuatku kecewa. 

Kau pun berucap hal yang sangat mengagetkan diriku atas keputusanmu meninggalkan yang lain karena diriku, entah itu sebuah kejujuran atau sekedar membahagiakan hati yang pasti aku merasa sedikit nyaman mendengarnya meski terasa aneh. 

Perbincangan kamipun mencair dan lebih santai. Aku mencoba menerima semua hal yang terjadi hari ini. fokusku satu hanya ingin bahagia dan kebahagiaanku dimulai dari diriku sendiri untuk memperbaiki diri menjadi wanita yang baik, wanita yang penyayang, wanita yang bisa memberi kenyamanan, wanita shalihah untuk suamiku kelak.

Semoga Allah menjodohkanku kepada seorang laki-laki yang akan membawa kemaslahatan di dunia dan di akhirat. Aamiin

“Menantimu dengan kerinduan, menjemputmu dengan kekhusyukan, menikahimu dengan keimanan. Itulah caraku memuliakanmu, duhai pendamping impian”
-Fu (Buku: Jodoh Dunia Akhirat)

Sunday. December 13th 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar