Tes

Senin, 21 Maret 2016

Wisata Kota Tua dan Museum Fatahillah with Mama




Rencana pagi yang menjelma tiba-tiba. Hahaha. Sebetulnya cuaca pagi ini sedikit mendung dan memang ternyata tak mampu menampung air hujan di awan terlalu lama. Sabtu pagi yang basah, sejuk sekaliii... tapi tidak sesejuk hatiku, ahhh... netbook ku bermasalah lagi! Aku sepakat sebelum zuhur ke rumah Rahmat temanku yang letak rumahnya tidak jauh dari rumah untuk meminta pertolongannya mengecek kerusakan netbook ku, karena ba’da zuhur nanti Aku, Desti, Farhan (desti’s boy friend) dan Mama akan mengunjungi Kota Tua Jakarta... Yeyeye

Bokap di rumah sebenarnya sedikit tidak setuju kami pergi ke sana, mungkin dia punya alasan sendiri tentang itu, dia memilih istirahat di rumah saja katanya, baiklah... cuzzz kita berangkat yukk.. dengan mengendarai roda dua Aku membawa Mama. Asikk^-^

Ternyata euforia tahun baru dan liburan sekolah juga dirasakan oleh warga Jakarta yah, terbukti dengan begitu padatnya tempat-tempat wisata seperti Monas (Monumen Nasional) yang kami lewati. Wowww... padattt, ramai, macetoss. Hufth... dan ternyata tidak hanya Monas yang ramai, Kota Tua juga bernasib sama namun lebih menguntungkan karena lebih banyak anak-anak muda yang hadir ketimbang orang tua yang datang bersama keluarganya, mungkin karena memang Kota Tua tidak disetting sebagai kawasan kunjungan keluarga kali yahh jadi lebih memungkinkan Monas yang menjadi kunjungan pariwisata keluarga di wilayah DKI Jakarta.

Setelah cukup berpanas-panasan ria di perjalanan, akhirnya kami tiba di kawasan Kota Tua, kami menikmati perjalanan ini dan sepertinya waktu berjalan sangat cepat. Dimulai dari masuk ke kawasan Kota Tua yang cukup padat dan harus mengantri, lalu melihat beberapa atraksi dari beberapa seniman yang ada di kawasan tersebut, mulai dari atraksi patung manusia yang duduk satu tongkat, berbagai  macam boneka manusia karakter kartun atau robot, karakter hantu-hantuan, karakter pejuang yang memegang pistol, orang yang menggunakan kostum unik2 sampai ondel-ondel dan masih banyak lagi. Masing-masing dari mereka menyediakan ember penampung uang bagi para pengunjung yang ingin berfoto bersama mereka. Cerdas sekali! Haha, namun aku sedikit miris deh lihat si pemilik ondel-ondel karena karyanya tidak terlalu diminati oleh pengunjung. Hemmm... mungkin karena ondel-ondel sudah terlalu sering warga Jakarta lihat kali yahh... jadi semacam ada kebosanan tersendiri, sementara yang unik-unik itu yang lebih diminati.




Selain menyajikan atraksi tersebut. Wisata Kota Tua juga menawarkan penyewaan sepeda beserta topinya, balon berwarna-warni yang sangat cantik untuk difoto dll. Hemmm... rekreasi yang tidak terlalu menguras kantong menurutku namun tetap berkesan.

Dan yang menjadi primadona pada wisata sejarah ini adalah Museum Fatahillah yang berdiri kokoh dengan bendera merah putih yang berkibar di atas gedung tersebut. Kami bergegas membeli tiket untuk masuk museum dengan harga Rp. 5000,- per orang dan ternyata kamipun harus sabar mengantri yang barisannya lebih mirip dengan ular saking banyaknya pengunjung. Hahaha



Kami menyusuri isi Museum Fatahillah yang di dalamnya terdapat banyak kesenian furniture khas Jakarta yang terbuat dari kayu, kemudian terdapat beberapa batu sejarah peninggalan kerajaan dahulu, bergeser sedikit kami sempat melihat lorong penjara wanita yang bau amisnya cukup menyengat. Hiiiii.... seyemmm... meski agak ngeri, aku tetap tak ingin ketinggalan moment untuk mengambil beberapa view yang menarik di Museum tersebut.




Perjalanan yang singkat namun sangat mengesankan, pukul 16.00 WIB kami bergegas pulang. Senenggg banget bisa jalan bareng Mama ^0^

Awal tahun yang bahagia...
Semoga sebahagia harapan untuk tidak sendiri lagi di tahun ini... ^0^

      Saturday, January 02nd 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar