Tes

Kamis, 17 Maret 2016

Semarak Peringatan Hari Guru 2015 by Madrasah Istiqlal Jakarta



Hari Rabu yang penuh dengan kesyukuran ^0^. Ini adalah tahun keempat aku mengabdikan diri menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Istiqlal Jakarta. Pagi hari yang cerah semoga secerah hatiku menghadapi hari ini ^0^. Hari spesial untuk para guru di seluruh penjuru daerah di Indonesia. Spesial juga untuk kostum baru hari ini. yeayyy..seragam baru nih… hahaha khusus dipakai untuk acara istimewa ini.
Aku berdiri dibarisan kedua setelah Ibu Rezip, masih terlihat dari kejauhan rekan-rekan guru yang diberi amanah menjadi petugas upacara. Tahun ini amanah tersebut diberikan kepada Nissa, Fia dan Bu Zatiyah sebagai petugas Pengibar Bendera Merah Putih, kemudian Rizki sebagai Pemimpin Upacara, Ibu Sofi sebagai MC dll. Mereka tampil dengan sangat khidmat dan terlihat apik. Selamat ya kawann….


Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Ketua BPPMI (Badan Pengelola dan Pelaksana Masjid Istiqlal) Bapak Drs. H. Mubarok. M.Si. ini adalah kali pertama ketua BPPMI bisa menjadi Pembina Upacara di moment spesial seperti ini. Beliau dengan penuh ketegasan dan kewibawaan menyampaikan apresiasinya sekaligus sambutan kenegaraan dari Menteri Pendidikan Nasional. Bapak Anies Baswedan yang penuh dengan keharuan
PIDATO
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNTUK GURU INDONESIA DI PERINGATAN HARI GURU TAHUN 2015

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ibu dan Bapak Guru yang saya muliakan,
Semoga Ibu dan Bapak Guru berada dalam kondisi sehat, bahagia dan selalu
dalam lindungan-Nya.

Di Hari Guru ini, izinkan saya atas nama pemerintah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas semua pengabdian Ibu dan Bapak Guru. Tugas dan tanggung jawab Ibu dan Bapak Guru amat besar, namun izinkan saya menyampaikan bahwa tanggung jawab besar ini janganlah dipandang sebagai beban tapi sebagai kehormatan. Ibu dan Bapak Guru mendapat kehormatan untuk menumbuhkan generasi baru yang tercerdaskan.

Ibu dan Bapak Guru sekalian,
Republik ini dirintis dan didirikan oleh kaum terdidik. Mereka adalah generasi baru di zamannya yang merasakan pengajaran, pendidikan dan pencerahan. Mereka sangat sadar atas manfaat langsung pendidikan dan karena itulah mencerdaskan kehidupan bangsa mereka tetapkan sebagai sebuah amanah yang harus ditunaikan. Sebuah pesan tegas bahwa kunci kemajuan bangsa ini ada pada kualitas manusianya. Ibu dan Bapak Gurulah yang berada di garda terdepan mewakili seluruh bangsa dalam menjalankan amanah itu. Tiap tutur, tiap langkah dan tiap karya Ibu dan Bapak Guru adalah ikhtiar untuk mencerdaskan bangsa. Orangtua, yang adalah pendidik pertama dan utama, dan pun mereka memercayakan pada Ibu dan Bapak Guru untuk turut mendidik anak-anaknya. Mari kita ingat pula, mereka bukan sekadar anak-anak, namun mereka adalah wajah masa depan bangsa ini. Ibu dan Bapak Gurulah orang pertama yang berkesempatan melihat dari dekat wajah masa depan negeri ini.

Ibu dan Bapak Guru yang saya hormati, Ki Hadjar Dewantara menyebut tempat belajar sebagai taman. Istilah itu meneguhkan tekad bahwa pendidikan memang harus menjadi sebuah proses pembelajaran menyenangkan walau penuh tantangan. Pendidikan tidak boleh terasa sebagai penderitaan. Sekolah harus terasa menyenangkan.

Sekolah menyenangkan adalah sekolah di mana semua ikut terlibat, baik guru, siswa maupun orangtua ikut mendukung pembelajaran bersama dan menjadi teladan bagi komunitasnya. Sekolah menyenangkan adalah sekolah yang memberikan pembelajaran bermakna, bermanfaat dan relevan dengan kehidupan siswa serta kebutuhan masyarakat. Sekolah menyenangkan bukanlah sekolah tanpa tantangan, melainkan justru sekolah yang memberikan ragam pilihan dan tingkatan tantangan kepada guru dan siswa yang juga beragam. Sekolah menyenangkan hanya bisa terjadi bila guru pun terus belajar, serta terus berkarya. Karya-karya Ibu dan Bapak Gurulah yang akan terus mengembangkan senyum anak-anak kita. Karya-karya Ibu dan Bapak Guru yang membuat lonceng masuk sekolah layaknya pertanda dimulainya sebuah petualangan menyenangkan di sekolah.

Untuk mengimbangi keteguhan guru dalam berkarya, pemerintah juga berikhtiar akan terus memberikan ruang bagi guru untuk terus berkarya, untuk mengembangkan diri.Mari kita terus mengembangkan diri secara mandiri maupun secara bersama-sama. Pemerintah menyadari bahwa masih ada berbagai pekerjaan rumah terkait Guru yang harus kami tuntaskan. Insya Allah itu semua akan terus menerus kami perbaiki. Di saat yang sama mari kita sama-sama memastikan bahwa semua ikhtiar kita benar-benar dipusatkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menumbuhkan semua potensi anak-anak kita hingga mereka bukan sekadar bisa meraih, tapi bisa melampaui cita-citanya.

Dalam kesempatan peringatan Hari Guru ini saya ingin mengajak Ibu dan Bapak Guru untuk sama-sama menunjukkan pada bangsa tercinta ini bahwa guru Indonesia adalah guru pembelajar. Guru yang selalu hadir sebagai pendidik dan pemimpin bagi anak didiknya. Guru yang hadir mengirimkan pesan harapan. Guru yang makin menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme dan keceriaan.

Mari kita teguhkan ikhtiar Ibu dan Bapak Guru, ikhtiar kita bersama untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Kita terus belajar dan mengembangkan diri bukanlah untuk pemerintah, bukanlah untuk kepala sekolah, dan bukanlah untuk kantor dinas, tapi memang sejatinya setiap pendidik adalah pembelajar. Mari sama-sama kita kirimkan pesan kepada seluruh komponen bangsa ini, bahwa guru mulia karena karya! Hanya dari guru yang terus belajar dan berkarya akan muncul generasi pembelajar sepanjang hayat yang terus menerus berkontribusi pada masyarakat dan lingkungannya.

Pada setiap kata yang kami tuliskan, ada pahala guru. Pada setiap karya yang kami lakukan, ada sidik jari jasa guru. Apresiasi kami bagi seluruh Guru, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan, atas semua inspirasi dan karya yang dipancarkan di ruang-ruang pembelajaran. Dengan rendah hati atas nama pemerintah, saya ingin kembali sampaikan rasa hormat dan terima kasih sedalamnya.

Selamat Hari Guru dan selamat berkarya!
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam hangat,
 Anies Baswedan
Upacara ditutup dengan menyanyikan lagu-lagu Nasional yang dipandu oleh Ibu Lia. Pemilik suara yang merdu ini mampu membawa suasana upacara menjadi khidmat. Khidmat sekali.


 Spesial juga untuk hari ini karena ada penghargaan bagi guru-guru dan karyawan yang berprestasi. khusus untuk MI Istiqlal tahun ini diberikan kepada Ibu Mila Maulina S. Ag. beliau merupakan guru senior di Madrasah Istiqlal yang hingga saat ini masih konsisten untuk tetap berprestasi dalam pekerjaannya. patut dicontoh ^-^







Btw… Keistimewaan hari ini tidak berhenti sampai di sini. Setelah mendokumentasikan foto bersama, kami kembali menuju Madrasah Istiqlal. Tentu ada tema berbeda yang akan ditampilkan oleh para murid dan Komite Madrasah Istiqlal dalam merayakan peringatan Hari Guru.
Tema tahun ini adalah workshop pendidikan untuk para guru dan tetap dengan wisata kulinernya serta surprise dari murid yang datang bertubi-tubi. Hehe. Hamdallah…
Kang Febri (Panggilan akrab kami) sebagai Motivator mampu memberi energi positif untuk kami para guru di Madrasah Istiqlal. Begitu banyak nasihat dan pelajaran baik yang disampaikan oleh Kang Febri namun satu hal yang selalu menjadi catatanku adalah “mendidiklah dengan hati”. Terimakasih Kang Febri ^0^




Acara yang diadakan di ruang Auditorium Madrasah ini berganti dengan acara formal yang disampaikan oleh Komite Madrasah. Ayahnya dari Ananda Osa memberikan sambutan dihadapan kami semua, beliau merupakan Ketua Komite Madrasah yang baru terpilih beberapa bulan yang lalu. Kemudian ada Bunda dari Ananda Abu yang merupakan Ketua Panitia moment ini. 





Setelah santapan ruhani kami dapatkan, tak lengkap jika santapan jasmani tidak dihidangkan. Dengan ramahnya para Ayah dan Bunda mempersilakan kami untuk memilih beraneka macam makanan yang menggugah selera… saking banyak pilihan akupun sampai lupa namanya. Hahaha. tapi tentu menu nasi kebuli selalu terngiang-ngiang diingatanku. Hahaha.
Kami benar-benar dijamu oleh Ayah dan Bunda dengan sangat baik. Sementara itu anak-anak MI Istiqlal sedang menikmati belajar bersama dengan orang tua mereka dan pengenalan profesi di kelas. Wahhh jadi gantian gitu dehh… makasii ya Ayah dan Bunda. 
Menjelang adzan Zuhur kami kembali ke Madrasah, namun kami pulang tidak dengan tangan yang lenggang karena setiap guru yang hadir mendapatkan souvenir berupa Flashdisk 4 GB dari Komite Madrasah dan lebih spektakuler lagi bahwa tahun ini ada Doorprize utama yaitu satu unit Leptop dengan spesifikasi terbaru dan ternyata yang mendapat doorprize utama itu adalah Mama Izzul. Alhamdulillah…selamat ya mama Izzul, benar-benar rezeki calon dede bayinya. Akupun tak kalah beruntung karena mendapat hadiah doorprize hiburan juga meski tidak sebesar leptop. Hehe



           Dan ini gambaran keseruan di Madrasah Ibtidaiyah Istiqlal ^0^



           Muhamad Alwi, M.Pd (Kepala Madrasah Ibtidaiyah Istiqlal)


                            With Ka Rosta



                          With Fia



                              With Nissa



Terimakasih Ayah dan Bunda Komite Madrasah Istiqlal dan anak-anakku yang sudah luar biasa mempersiapkan hari spesial ini. terimakasih untuk semuanya. Semoga bermanfaat. Aamiin

                                          
Wednesday, November 25th 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar